Seperti biasa, awal tahun selalu kita isi dengan semangat baru, peluang baru dan hal2 baru yang ingin kita wujudkan (meski sekarang adalah sudah januari akhir, semoga tidak menjadikan masalah).
Bila kembali kita telusuri kembali tahun 2010 lalu, pasti pertanyaannya adalah, sudah mencapai targetkan kita sesuai yang kita goalkan di awal tahun? Saya pribadi 50 ; 50. Kenapa?
Tahun 2010 yang luar bisa telah memberikan kesuksesan penjualan dan produksi, namun tahun 2010 sekaligus menjadikan tahun pelajaran betapa "speed" telah membawa kehancuran ( ini bukan keluhan ya...)
Belajar dari hal tersebut, rasanya perlu kita kembali introspeksi tentang apa kesalahan kita, apa keteledoran kita dan apa yang membuat usaha kita begitu Drop & Down. Dan introspeksi dilarang menyalahkan orang lain ya(okay...). Bila selama ini kita wifle tentang smal winning, big winning dan pencapaian2 penting dalam hidup kita, rasanya tidak salah bila kita mengawali tahun ini dengan mengakui kegagalan kita, kesalahan kita dan keteledoran2 yg kita lakukan, karena ternyata mengakui secara jujur tentang kegagalan sangat membantu menemukan purpose of life dalam hidup kita. Mengakui kesalahan, mengakui kegagalan pertama kali saya lakukan saat mengikuti workshop 2 day "How to be Debt Free" di Bandung beberapa waktu yang lalu. Diadakan oleh IIBF (Indonesian Islamic Bussines Forum). Merasa malu, minder atau kecil hatikah? ternyata TIDAK! justru kita merasa lega, kita merasa bersyukur (loh..kok bersyukur?), karena ternyata di IIBF begitu banyak orang bermasalah berkumpul untuk saling menguatkan, saling membantu dan yang jelas sama2 punya keinginan untuk BERUBAH.Karena seorang pengusaha itu harus kuat secara personal kepribadian, bukan kuat secara financial.
Salah satu pelajaran utama yang bisa saya ambil adalah Bisnis Bisa di bangun tanpa Hutang, dan RIBA adalah aspek penghancur Bisnis. Subhanallah, pelajaran yang belum saya dalami selama ini. Saya hanya anggap angin lalu yang hanya perlu untuk diketahui saja. Dari pelajaran ini begitu banyak saya mendapatkan HIKMAH. Dan saya memutuskan saya ingin HIJRAH dan saya akan HIJRAH.
Resolusi 2011 saya adalah memperbaiki kesalahan di tahun lalu, kembali belajar hidup dengan realita, tanpa dibayang2i oleh sesuatu yang semu dan ilusi. Bermimpi tetap setinggi langit, namun mimpi yang akan dibangun sekarang adalah MIMPI yang Syari'ah (hehehe...ada gak ya istilah mimpi syari'ah? )
Buat rekan2 yang belum kebagian sharing workshop "How to be Debt Free" bisa langsung baca di Blog saya. Semoga dapat memberi pencerahan, pemikiran dan paradigma baru menuju Pengusaha Muslim Indonesia yang tangguh. Amin...



