Loading...

Senin, 31 Januari 2011

Introspeksi 2010...dan RESOLUSI 2011...

Seperti biasa, awal tahun selalu kita isi dengan semangat baru, peluang baru dan hal2 baru yang ingin kita wujudkan (meski sekarang adalah sudah januari akhir, semoga tidak menjadikan masalah).
Bila kembali kita telusuri kembali tahun 2010 lalu, pasti pertanyaannya adalah, sudah mencapai targetkan kita sesuai yang kita goalkan di awal tahun? Saya pribadi 50 ; 50. Kenapa?
Tahun 2010 yang luar bisa telah memberikan kesuksesan penjualan dan produksi, namun tahun 2010 sekaligus menjadikan tahun pelajaran betapa "speed" telah membawa kehancuran ( ini bukan keluhan ya...)

Belajar dari hal tersebut, rasanya perlu kita kembali introspeksi tentang apa kesalahan kita, apa keteledoran kita  dan apa yang membuat usaha kita begitu Drop & Down. Dan introspeksi dilarang menyalahkan orang lain ya(okay...). Bila selama ini kita wifle tentang smal winning, big winning dan pencapaian2 penting dalam hidup kita, rasanya tidak salah bila kita mengawali tahun ini dengan mengakui kegagalan kita, kesalahan kita dan keteledoran2 yg kita lakukan, karena ternyata mengakui secara jujur tentang kegagalan sangat membantu menemukan purpose of life dalam hidup kita. Mengakui kesalahan, mengakui kegagalan pertama kali saya lakukan saat mengikuti workshop 2 day "How to be Debt Free" di Bandung beberapa waktu yang lalu. Diadakan oleh IIBF (Indonesian Islamic Bussines Forum). Merasa malu, minder atau kecil hatikah? ternyata TIDAK! justru kita merasa lega, kita merasa bersyukur (loh..kok bersyukur?), karena ternyata di IIBF begitu banyak orang bermasalah berkumpul untuk saling menguatkan, saling membantu dan yang jelas sama2 punya keinginan untuk BERUBAH.Karena seorang pengusaha itu harus kuat secara personal kepribadian, bukan kuat secara financial.
Salah satu pelajaran utama yang bisa saya ambil adalah Bisnis Bisa di bangun tanpa Hutang, dan RIBA adalah aspek penghancur Bisnis. Subhanallah, pelajaran yang belum saya dalami selama ini.  Saya hanya anggap angin lalu yang hanya perlu untuk diketahui saja. Dari pelajaran ini begitu banyak saya mendapatkan HIKMAH. Dan saya memutuskan saya ingin HIJRAH dan saya akan HIJRAH.
Resolusi 2011 saya adalah memperbaiki kesalahan di tahun lalu, kembali belajar hidup dengan realita, tanpa dibayang2i oleh sesuatu yang semu dan ilusi. Bermimpi tetap setinggi langit, namun mimpi yang akan dibangun sekarang adalah MIMPI yang Syari'ah (hehehe...ada gak ya istilah mimpi syari'ah? )

Buat rekan2 yang belum kebagian sharing workshop "How to be Debt Free" bisa langsung baca di Blog saya. Semoga dapat memberi pencerahan, pemikiran dan paradigma baru menuju Pengusaha Muslim Indonesia yang tangguh. Amin...

Selasa, 17 Agustus 2010

Mencoba ngelapak di bulan penuh berkah

Berjualan memang selalu ada masa pasang surut. Adakala mengalami kondisi yang bener2 laris hingga sering kehabisan stok. Adakalanya pula penurunan penjualan terjadi. Itulah dinamika perdagangan yang harus dilalui oleh setiap pelaku dagang.
Dua bulan terakhir tingkat penjualan sandal memang mengalami penurunan. Pasar seolah sepi dan sangat tidak bersahabat. Dari survey yang saya lakukan ke jaringan di bawah mengatakan jika penurunan ini cenderung disebabkan oleh 2 hal. Pertama karena momen liburan anak sekolah, sebagian alokasi anggaran masyarakat adalah untuk program liburan bersama keluarga. Dan yang kedua adalah momen tahun ajaran baru yang juga membuat masyarakat umum konsentrasi pada biaya pendaftaran sekolah putra-putrinya, biaya daftar ulang dan biaya2 untuk keperluan sekolah.
Hal yang wajar jika dalam beberapa segmen pasar ada yg sepi dan ada yang rame. Jika jualan saya sepi di bulan2 terakhir ini, pasti yang jualan alat2 sekolah, seragam, dan tempat wisata sedamg rame2nya. Allah memang begitu adil memberikan rejeki pada setiap umatnya.
Tapi action harus tetap jalan, kondisi ini tidak lantas membuat saya menjadi pesimis dalam berjualan. Live must go on. Saya mencoba berpikir positif aja, mungkin Allah sedang memberikan kesempatan saya untuk memperbaiki sistem, mandata ulang stok yang sempat semrawut dan ada kesempatan untuk merapikan pembukuan.
Di bulan puasa yang berkah ini, saya dan tim mencoba untuk tetap eksis. Memanfaatkan bulan berkah ini sebagai peluang baru, saya membuat promo dalam bentuk PARCEL untuk min pembelian. Promo ini saya mulai di tanggal 16 Agustus hingga lebaran nanti. 100 paket parcel sudah saya siapkan untuk itu. Tim produksi yang sedang banyak waktu juga turut membantu tim marketing untuk ngelapak di beberapa pusat keramaian. Mendatangi basar pasar murah Ramadhan dan berjaualan di sana.
Semoga usaha2 yang kami lakukan ini bisa membawa hasil yang baik. Tunggu saja posting untuk cerita usaha saya berikutnya.

Sent from my Berry®

Selasa, 06 Juli 2010

BERGERAKLAH..........

Diantara sekian banyak rejeki yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada kita adalah waktu... Sedemikian berharganya waktu, orang barat mengatakan "Time is money" dan Nabi Muhammad mengatakan bahwa "waktu ibarat pedang... jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik, maka ia akan menjaga kita... namun jika kita salah menggunakannya, maka ia pun akan membunuh kita." Kedua-duanya menyatakan betapa pentingnya waktu....

Bahkan di dalam kitab suci Al-Qur'an, Alloh sampai berkata "demi masa...", ini semakin mempertegas akan pentingnya waktu.... Waktu atau masa bisa kita bagi menjadi 3 yaitu masa lalu, masa sekarang & masa depan. Masa lalu yang membentuk kita menjadi masa sekarang dan masa depan menjadi pengarah bagi kita. Masa depan adalah masa yang harus kita raih.... Diantara masa itu, manakah yang utama? Apakah masa lalu yang menjadi sejarah kita, atau masa sekarang yang akan menentukan masa depan kita ataukah masa depan yang menjadi pengarah kita..??

Tiap orang pasti memiliki jawaban yang berbeda, namun kita dapat tarik benang merahnya bahwa sebagai entrepreneur yang penting adalah masa sekarang. Tidak peduli bagaimana kita jatuh bangun membangun usaha kita dimasa lalu, tidak peduli bagaimana latar belakang pendidikan maupun pengalaman kita di masa lalu, masa sekaranglah yang akan menentukan kesuksesan kita di masa depan....

Kadang kita terjebak dengan romantika masa lalu.... apalagi buat kita yang dulunya bekerja dengan posisi yang enak kemudian memutuskan untuk berusaha sendiri dan berjibaku dengan keringat dan penatnya sebagai pengusaha. Ketika dulu segala fasilitas disediakan oleh kantor dan sekarang harus menjalankan usaha dengan segala keterbatasan.... maka melihat ke masa lalu adalah merupakan romantisme sejarah kita, yang jika kita terlena akan membuat kita jalan di tempat.

Mungkin sebagai kita kita terlena dengan gambaran masa depan yang kita tentukan dengan begitu indahnya menjadi cita-cita dan motivasi tuk berusaha.... bagaimana kehidupan kita 5... 10... 15... bahkan 20.... tahun ke depan, yang kita gambarkan begitu menyenangkan dan kadang kita berpikir begitu mudahnya itu akan kita raih. Dan lebih parahnya, kita pun mencoba bergaya dengan masa depan kita, namun melupakan bahwa kaki kita harus tetap menapak bumi. Sehingga kita seakan terbang, merasakan nikmatnya sepoi angin yang menerbangkan kita dan ketika kita sadar, kita pun sudah terjerembab.....

Apakah salah kita melihat masa lalu..?? Apakah tidak boleh kita menentukan masa depan kita..?? Semua boleh kita lakukan, namun yang harus kita ingat adalah kita berada di MASA SEKARANG, masa dimana kaki kita menapak tanah. Jadikan masa lalu yang menyenangkan menjadi tantangan bagaimana kita bisa mengulanginya kembali dengan lebih menyenangkan berkat keringat kita sendiri. Jadikan masa depan menjadi pengarah langkah kita yang disertai tahapan-tahapan yang kongkrit dan detil.


Ingatlah momentum itu adalah MASA SEKARANG. Ibarat sebuah per, jika kita bisa memanfaatkan momentum itu, maka kita akan dengan mudah melesat menuju & menggapai apa yang kita cita-citakan. Namun jika momentum itu tidak kita manfaatkan maka jadikan masa sekarang seperti masa lalu kita yang tidak akan bisa terulang jika kita tidak bergerak menyambut momentum itu. Bergeraklah..... berlarilah jika kita bisa..... jika tidak, berjalanlah. Manfaatkan momentum masa sekarang dengan bergerak....... Jadilah kita bagian dari alam semesta yang bertasbih dengan pergerakannya.... jadilah matahari yang berputar diporosnya... jadilah bumi yang berputar mengitari matahari.... jadilah pepohonan yang bergerak seiring angin yang bertiup.... bergeraklah.... bergeraklah.... jangan pernah berhenti, walau sepelan apapun kita bergerak..... bergeraklah....

Rabu, 30 Juni 2010

Langkah menuju tangan di atas


Mungkin kita pernah mendengar kata salah satu orang yang cukup ternama di bidang entrepreneur "berbisnis itu gampang seperti masuk ke kamar mandi". Bisa jadi memang seperti itu untuk orang yang telah bertahun-tahun berkecimpung di dunia wirausaha, tapi untuk sebagian orang yang masih bekerja atau mendapatkan uang dari gajian tidak semudah itu.

Memang kalau kita pingin hidup lebih baik daripada hanya menunggu gajian tiap bulan, adalah menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha. Dan untuk berpindah kuadran dari TDB/Tangan di bawah istilah untuk orang gajian sampai bisa menjadi TDA/Tangan di atas/Entrepreneur perlu dilakukan bertahap.

Langkah-langkah apa yang perlu dilaksanakan :
  1. Memantapkan hati dengan menyiapkan mental/niat, hal ini yang sangat penting. sering kita dengar kalau sudah jadi entreprenur bisa cepat dapat uang dan kaya, tapi yang sangat penting apa tujuan kita menjadi entrepreneur; menjadi manfaat bagi orang banyak, kelilling dunia ataukah yang lain. Dan yang harus disiapkan adalah bahwa kita harus siap untuk gagal.
  2. Belajar ilmu marketing dan sales, apapun background pendidikan kita ataupun kita tidak pernah duduk di bangku sekolah kita harus banyak belajar marketing dan sales, karena itu adalah core dari bisnis. Banyak cara untuk belajar, bisa ikut seminar, training, melalui blog atau situs bisnis di internet, pelatihan atau yang paling gampang adalah melalui buku.
  3. Networking, banyak bergaul dengan orang-orang yang sama-sama konsern di entrepreneur, karena kalau tetap bergaul dengan sesama orang kantoran/gajian, pasti lama kelamaan niat untuk menjadi pengusaha akan surut. Salah satu caranya ikut komunitas Tangan Di Atas dan ikut dalam kelompok mastermind (MM), selain mendapatkan ilmu baru, juga bisa menemukan ide-ide baru untuk dijadikan bisnis atau mungkin bisa kerjasama nantinya.
  4. Belajar membuat laporan keuangan; walaupun kita bukan orang yang suka dengan pembukuan/accounting kita wajib belajar dan bisa membuat pencatatan atas keluar masuk cashflow keuangan kita, tidak hanya untuk bisnis di keluarga pun perlu sehingga kita bisa tahu kondisi real keuangan yang terjadi.
  5. Menjaga stamina fisik, terkadang banyak orang yang sedang bergelut untuk bisa pindah kuadran sampai melupakan satu ini, sekedar joging seminggu dua kali atau apes-apesnya cuma mampu joging seminggu pun itu perlu sehingga kita masih tetap bisa menjaga kesehatan karena dua aktifitas menjadi karyawan dan berusaha menjadi pengusaha.
  6. Take action dan Fokus, setelah kita melakukan kelima langkah di atas yang perlu dan wajib karena kalau ini tidak dilaksanakan pasti sia-sia saja adalah lakukan bisnis yang telah kita pilih, jalankan dan tekuni.
Setelah berjalan dengan langkah di atas, apabila kita sudah siap maka kita bisa segera pindah kuadran menuju Tangan Di atas, dan selanjutnya kita bisa menambah bisnis-bisnis yang baru. Semoga dapat bermanfaat.

Salam Sukses Mulia

Sabtu, 26 Juni 2010

Start up Wizzard


Semua start up business dimulai dengan kondisi yang sangat tidak ideal. Mulai dari tim yng belum solid atau belum terbentuk, pengalaman yang belum ada, dan basis pelanggan yang belum terbentuk. Semakin lama pemasukan bisa dihasilkan oleh sebuah bisnis baru, semakin hebat dan berkepanjangan frustasi yang akan dialami oleh pemiliknya.
Kondisi inilah yang akhirnya akan membuat mereka segera menyerah dan menghentikan usaha mereka, lalu bekerja kembali untuk orang lain.
Dari sharing dengan beberapa rekan – teman yang sudah merasakan berdarah-darahnya untuk startup sebuah bisnis, akhirnya terangkum beberapa trik
Fase 1 - Cari yang cepat menghasilkan
Fase 2 - Mulai fikirkan yang berumur panjang
Fase 3 - Buat yang sulit ditiru.

Fase 1 : CARI YANG CEPAT MENGHASILKAN
Janganlah terlalu idealis. Anda lulusan Teknik Sipil tidak harus membuka usaha Kontruksi sejak awal, walau itu memang bidang anda. Anda lulusan sarjana elektro universitas ternama…jangan malu berjualan Gorengan. Apalagi anda dalam kondisi dana terbatas. Usaha disini adalah berfungsi untuk memback-up financial anda setelah keluar dari pekerjaan anda atau anda bersiap-siap meninggalkan zona nyaman dengan mempunyai bisnis yang simple dan menghasilkan. Banyak ide dijalanan yang berfungsi sebagai Quick Cash. Misal : berjualan pulsa, menjadi agen jilbab, Toko kelontong/pracangan, berjualan makanan atau jajanan dan masih banyak lainnya atau mungkin anda mencoba keahlian anda dengan berperan self employee lebih dulu misal sebagai konsultan, tenaga freelance dan sebagainya…walaupun nantinya itu bukan Core Business anda. Namun setidaknya untuk sekedar dapur mengebul sudah cukup. Pada fase/langkah ini yang dibutuhkan Quick Money…not less. Ibarat dalam sepak bola…pada fase penyisihan grup ini anda wajib lolos.


Fase 2 : MULAI FIKIRKAN YANG BERUMUR PANJANG
Apabila anda mau…usaha/bisnis pada pembahasan diatas…bisa anda perdalam lagi…mencari celah…mencari ide lebih kreatif lagi. Anda bisa meningkatkan level keagenan anda sebagai distributor sebuah produk, anda bisa mencoba peluang franchise yang sudah terbukti tahan banting atau membesarkan toko/pelanggan anda dengan meluaskan area distribusi dan varian produk. Hal ini cukup membantu untuk mengangkat kehidupan anda menjadi lebih baik. Anda sudah tidak perlu berpacu adrenalin dengan tagihan sana-sini atau desakan untuk membeli susu-beras buat keluarga. Pada fase ini…tetap jaga dream anda. Kebanyakan banyak yang berhenti sampai pada fase ini, karena ini boleh dikatakan fase nyaman. Tetap jaga impian anda. Fase ini bisa dikatakan Fase Pembunuh mimpi. Impian anda justru terkubur ketika anda pada zona nyaman. Disinilah zona nyamannya entrepreneur. Disini anda bisa terjebak…berhati-hatilah. Anda harus sudah mulai memikirkan untuk fase selanjutnya.

Fase 3 : BUAT YANG SULIT DITIRU
Pada fase inilah…anda membangu sebuah bisnis yang sesungguhnya. Anda di fase ini membangun sebuah “ world class company – commercial profitable enterprise that work without you”. Wujudkan impian anda pada fase ini. Pada fase ini, anda akan membutuhkan effort, energy yang hebat. Bahkan seorang rekan yang sudah berpengalaman-pun hanya membuat varian product yang berbeda dengan pasar yang berbeda membutuhkan waktu 3 bulan untuk TERJUN LANGSUNG di bisnis ‘barunya’ . Cashflow – pengalaman dan strategi yang sudah anda dapatkan dari fase sebelumnya cukup untuk men-starter bisnis anda sesungguhnya.
Anda harus mempersiapkan sebuah pondasi bisnis yang kuat. Visi – Misi – Budaya Perusahaan – Business Plan adalah hal mutlak pada fase ini. Anda tidak hanya membangun sebuah usaha/bisnis yang bertahan 5 – 10 tahun tetapi jangka panjang bahkan ketika anda sudah wafatpun…bisnis anda tetap berjalan.
Pada fase ini…anda membentuk sebuah ‘squad’ bisnis yang mampu bertahan dan bersaing di dunia bisnis global…tumbuh dan berkembang. Tim Manajemen menjadi pilar utama. Namun jangan kuatir…difase ini anda sudah berpengalaman. Ibaratnya…anda sudh pernah mendirikan took kelontong/pracangan…kemudian anda naik kelas dengan membangun sekelas alfamart…dan pada fase ini anda membangun sebuah jaringa retail global Carrefour. That’s it.